tak ayal ibunya Ridan yang kini berstatus janda ditinggal mati oleh suami ny ( almarhum ayah Ridan)
hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup sebatas makan siang dan malam saja usaha jualan serabi yang ibu Ridan jalani belum mampu dan masih jauh dari kata mampu untul memenuhi kebutuhan Ridan yang sedang ngebet ngebet nya sama yang namanya jajan
namun di balik itu kekurang itu tidak sedikit pun mempengaruhi pelajaran Ridan meski serba kekurangan
ridan tetap semangat mempelajari pelajaranya dan hris diakui dari sekian banyak murid laki laki di kelas itu
Ridan termasuk paling menonjol dalam hall pelajaran,
dia termsuk murid laki laki tercerdas di kelas itu dengan nilai ranking 4-5 dan ranking dengan nilai 3-2-1 di pegang siswi perempuan di kelas itu
melihat keadaan tersebut pihak sekolah tentu ridak tinggal diam mereka berusaha keras untuk tunjangan biaya keperluan sekolah Ridan yang pada saat itu belum semudah sekarang untuk mendapat kan beasiswa
atas upaya pihak sekolah Ridan pun mendapat. tunjangan sealakadarnya
yang berupa uang dan seperangkat alat sekolah yang tentu saja tidak bertahan lama
adalah bu guru Lilis ( nama asli guru sekolah sdn cijoho 2 kuningan jawa barat)
yang terus berupaya yang terbaik bagi muridnya semangat pencerhan motivasi dan penyampaian yang ia terapkan terhadap murid nya
berdampak positif terhadap anak murid nya
terutama Ridan yang sempat di bilang anak pintar tapi pemalas
berbagai usahapun di lakukan untuk memaxsimal kan kegiaran sekolah saat itu termasuk extra kurikulum
karena pada jaman saat itu kemajuan pendidikan belum sepesat sekarng
dan berdapak positief bagi sekolah itu dengan beberapa pencapaian yang di dapat seperti sekolah terapih sekabupaten
dan berdampak juga dengan keperibadian Ridan yang terkenal pemalas dan berangsur membaik ..
Bersambung ke part 1
.